Hikmah Kecelakaan

October 29th, 2009 by smarter

Ustad Latif seharusnya sudah menikah beberapa tahun yang lalu. Tapi entah kenapa, tiba-tiba tunangannya memutuskan hubungan dan menikah dengan laki-laki lain. Tentu saja Ustad Latif sangat terpukul. Mungkin itu yang menjadi sebab dia jadi tidak punya gairah untuk berumah tangga, padahal usianya sudah 41 tahun. Orangtuanya enggan dan tidak enak hati setiap kali mau bertanya perihal ini, karena khawatir Ustad Latif tersinggung.

Pernah juga ibu Ustad Latif minta tolong pada Taufik, teman kuliah Ustad Latif dulu, untuk menanyakan kenapa dia tidak kunjung menikah.

Baca Selengkapnya…

Pembeli Terakhir

October 27th, 2009 by smarter

Hampir seharian Mahbub keliling pasar menjajakan rokok. Sejak pagi sampai malam, seingatnya, hanya seorang yang membeli dagangannya. Rupanya hari itu tak seorang pun membutuhkan rokok, korek api, tisu, atau permen. Dia nyaris putus asa. Ketika kakinya sudah terasa sangat capek, dia masuk ke mushala yang ada di pasar. Dia belum shalat isya. Selesai shalat, dia berniat akan pulang dan istirahat.

Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00. Pasar tradisional itu memang nyaris tidak pernah sepi. Pagi ada para pedagang sayuran dan lauk-pauk. Sore sampai malam ada pedagang pakaian, vcd, kaset, dan sebagainya. Menjelang tengah malam, para pedagang sayuran berdatangan dari Pasar Induk Kramat Jati. Tapi sejauh ini, tidak ada satu pun yang membeli dagangan Mahbub.

Baca Selengkapnya…

Pamit

October 26th, 2009 by smarter

Siapa yang menyangka kalau pamitan Pak Joko yang terkesan main-main itu adalah pertanda kematiannya. Memang, sepekan lalu Pak Joko berpamitan kepada semua tetangganya yang berjumpa dengannya.

“Memangnya Pak Joko mau ke mana?” tanya tetangganya.
“Mau pulang kampung,” jawab Pak Joko sekenanya.
“Lho, kan lebaran kemarin baru pulang kampung?”
“Memangnya pulang kampung harus nunggu lebaran?” jawabnya berkelakar.
“Kapan pulangnya, Pak?” tetangganya penasaran.
“Nggak tahu kapan … siap-siap kan bolehh, mana tahu kalau nanti mendadak dijemput, kita kan sudah rapi,” jawabnya.

Baca Selengkapnya…

Tiga Rahasia

October 25th, 2009 by smarter

Ada tiga hal yang tetap akan menjadi rahasia dan manusia tidak akan pernah mampu mengetahuinya. Rezeki, Jodoh, dan Mati, 2 di antaranya (Rezeki dan jodoh) wajib bagi kita untuk menjemputnya dengan berikhtiar untuk mendapatkannya selanjutnya biar Alla…h SWT yang mengaturnya. Sementara Kematian tidak perlu kita menjemputnya. Allah SWT sudah menentukan waktunya untuk kita, tinggal kita mempersiapkan bekal untuk menghadapinya…

Dijodohin Monyet

October 25th, 2009 by smarter

Ada satu hal yang merisaukan hati Bu Tati. Jaka, anak sulungnya, meskipun usianya sudah kepala “3″, belum kelihatan tanda-tanda mau berumah tangga. Kalau ditanya, dia selalu menjawab sambil bercanda. Tidak pernah serius. Padahal dia sudah mapan, sudah punya rumah sendiri, yang sekarang dikontrakkan. Jaka memang pekerja keras. Itu mungkin karena sejak SMP Jaka sudah ditinggal mati ayahnya. Jadi, dia mengambil alih tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Karena kegigihannya, dia berhasil menyelesaikan kuliah tepat waktu sambil bekerja.

Seperti biasa, sebelum berangkat kerja Jaka selalu sarapan bersama Ibu dan adiknya. Saat sedang asyik menikmati makan pagi, terdengar suara si Omen berteriak-teriak heboh. Si Omen adalah monyet peliharaan Jaka. Jaka dan Ibunya pun bergegas keluar. Oh, ternyata ada Mia, tetangganya, yang sedang mengajak main Faiz, kemenakannya yang masih berumur 3 tahun. Rupanya, si Omen marah lantaran Mia memberinya pisang sedikit demi sedikit.

Baca Selengkapnya…

Nikah Membawa Berkah

October 24th, 2009 by smarter

Imam tiga pekan lagi menikah. Tapi, dia sama sekali tidak punya uang untuk persiapan menyambut hari bahagia itu. Padahal, dia sudah berjanji kepada calon mertuanya akan membantu biaya resepsi sederhana sekadarnya. Objekannya gagal meskipun dia sudah menerima uang muka. Untung uang muka itu tidak diambil lagi oleh kliennya. Proyek dengan sebuah lembaga kursus untuk membuat kaus juga gagal.

Ya, selama ini Imam memang kerja serabutan, dari nyablon, bangun rumah, servis elektronik, hingga mengurus KTP ke kelurahan. Meskipun demikian, dia tetap bertekad melangsungkan pernikahan pada hari yang telah ditentukan keluarga calon istrinya karena undangan memang sudah disebar sebagian.

Baca Selengkapnya…